TENTANG IKAN GURAME DAN CARA BUDIDAYANYA

SEJARAH SINGKAT

Gurame merupakan jenis ikan konsumsi air tawar , bentuk badan pipih lebar , bagian punggung berwarna merahsawo dan bagian perut berwarna kekuning-kuningan/ keperak-perakan.

Di indonesia orang jawa menyebutnya gurami , gurameh , orang sumatra ikan kalau , kala , , kalui , sedangkan di Kalimantan disebut kalui.

Kalau orang Inggris menyebutnya “Giant Gouramy” , karena ukuran nya yang besar sampai mencapai 5kg.

SENTRA PERIKANAN

Daerah di Indonesia yang menjadi sentra perikanan yaitu: Sumatera, NTB dan
Jawa. Sedangkan di luar negeri yaitu: Thailand, Jepang dan Filipina.

JENIS

Klarifikasi ikan gurame adalah sebagai berikut:

Klas             : Pisces
Sub Kelas   : Teleostei
Ordo            : Labyrinthici
Sub Ordo    : Anabantoidae
Famili          : Anabantidae
Genus          : Osphronemus
Species        : Osphronemus goramy (Lacepede)

Jenis gurame yang sudah dikenal masyarakat diantaranya : Gurame angsa ,gurame jepun ,blausafir , paris , bastar dan porselen.

Empat terakhir banyak dikembangkan di jawa barat , khususnya  bogor. Jika induk bastar menghasilkan telur sebanyak 2000-3000 butir telur , sedangkan induk porselin bisa menghasilkan sebanyak 10.000 butir trelur.

MANFAAT

Sebagai sumber penyediaan protein hewani

PERSYARATAN LOKASI

1. Tanah yang baik untuk kolam adalah tanah liat/lempung , ridak berporos dan mengandung humus
2. kemirinagan tanah untuk kolam berkisar 3-5% untuk pengairan kolam secara gravitasi
3. loaksi pemeliharaan berada pada ketinggian 50 -400 m dpl
4. Kualitas air harus bersih dan kolam tidak berlumpur
5. kolam dengan kedalaman 70-100cm
6. Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 6,5-8. 
7. Suhu air yang baik berkisar antara 24-28 derjat C

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Penyiapan Sarana Dan Peralatan

1) Kolam

A. Kolam penyimpanan induk
Kolam ini berfungsi untuk menyimpan induk dalam mempersiapkan kematangan telur dan memelihara kesehatan induk , luas kolam sekitar 10meter persegi , kedalamanan minimal 50cm kepadatan induk 20 ekor betina dan 10 ekor jantan
B. Kolam Pemijahan
Kolam berupa kolam tanah yang luasnya 200/300 meter persegi dan kepadatan kolam induk 1 ekor memerlukan 2-10 meter persegi
C. Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan
Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolamantara 30-50 cm.

Adapun cara pembuatan kolam adalah sebagai berikut:
a. Ukurlah tanah 10 x 10 m (100 m2).
b. Buatlah pematangnya dengan ukuran; bagian atas lebarnya 0,5 m, bagian bawahnya 1 m dan tingginya 1 m.
c. Pasanglah pipa/bambu besar untuk pemasukan dan pengeluaran air. Aturlah tinggi rendahnya, agar mudah memasukkan dan mengeluarkan air.
d. Cangkullah tanah dasar kolam induk agar gembur, lalu diratakan lagi. Tanah akan jadi lembut setelah diairi, sehingga lobang-lobang tanah akan tertutup, dan air tidak keluar akibat bocor dari pori-pori itu. Dasar kolam dibuat miring ke arah pintu keluar air.

PERALATAN

Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan gurame diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambuuntuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg),cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan

Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan gurame antara lain adalah warring/scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat)

Author: admin