JENIS MAKANAN IKAN PATIN

kalian pasti tahu ikan Patin kan. Ikan air tawar yang mempunyai bentuk seperti ikan Hiu tapi versi kecil.

Ikan Patin yang tersebar luas di perairan Jawa, Kalimantan dan Sumatera ini ternyata termasuk ikan omnivora. Makanan ikan patin di alam berupa cacing, serangga, biji-bijian, moluska, udang dan ikan kecil.

Patin (Pangasius) masih memiliki kekerabatan dengan ikan lele (Clarias), bahkan ikan ini juga termasuk kanibal. Ikan Patin tidak akan segan-segan memangsa sesamanya, namun biasanya ini hanya terjadi pada larva ikan Patin yang mulai kehabisan kuning telurnya.

Ikan Patin juga termasuk ikan nokturnal yang keluar untuk mencari mangsa pada malam hari.

Kalian juga perlu tahu jika ternyata ikan Patin dapat hidup di lingkungan yang memiliki oksigen dan kadar pH rendah.

Selain itu daging ikan Patin juga memiliki manfaat yang baik bagi tubuh kita, seperti mengoptimalkan pertumbuhan janin pada kandungan, menjaga kinerja jantung dan menurunkan kolesterol.

Berikut adalah jenis makanan ikan patin:

1. Cacing Sutera

Banyak dari pembudidaya ikan Patin menjadikan cacing sutra sebagai pakan alami, biasanya cacing ini diberikan kepada ikan Patin yang berusia 7 sampai 15 hari.

Bukan tanpa alasan kenapa cacing sutra dipilih sebagai pakan alami, pasalnya karena memiliki tubuh yang tipis dan lembut, membuat ikan Patin kecil lebih mudah untuk memakannya.

Cacing sutra juga mudah didapat, pembudidaya dapat membeli atau mencari sendiri cacing ini di air yang dangkal, agak berlumpur namun memiliki air yang jernih dengan aliran air tidak terlalu kencang

2.Artemia

Artemia atau udang kecil air asin ini berukuran sangat kecil dan menjadi pakan dengan protein tinggi, sehingga baik diberikan kepada anak-anak ikan Patin yang masih berusia 7 hari.

Pemberian artemia pada anakan ikan juga akan membantu pertumbuhan mereka dengan cepat.

Selain itu, jenis pakan ini juga sangat cocok dijadikan makanan ikan patin hias di aquarium karena mudah dibersihkan dan tidak membuat keruh pada air.

Pelet Khusus Untuk Ikan Patin

Pelet atau pakan buatan, juga dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan ikan Patin. Biasanya pelet dibuat dengan memperhatikan kandungan protein, karbohidrat, lemak dan serat kasar.

Tentu saja dengan mempertimbangkan kandungan protein yang lebih besar dibandingkan dengan kandungan lainnya.

4. Kutu Air

Daphine sp atau Moina sp, merupakan kutu air yang bisa dijadikan salah satu pakan dengan protein yang cukup untuk mendukung pertumbuhan anak-anak ikan Patin.

Kutu air dapat dibeli di pasar ikan hias maupun di toko akuarium.

5. Pakan Alternatif

Pakan alternatif adalah pakan ikan patin pilihan selain pelet dan pakan alami. Biasanya pakan alternatif ini dipilih karena memiliki kelebihan yang cukup signifikan.

Lalu apa saja yang termasuk pakan alternatif untuk ikan patin:

  • Tepung ikan, salah satu pilihan terbaik. Karena tepung ikan memiliki kandungan lemak, protein dan air yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan Patin.
  • Dedak halus, biasanya diberikan kepada ikan yang sudah dewasa. Kandungan protein, lemak dan serat kasarnya bagus bagi ikan Patin.
  • Tepung singkong juga dapat dijadikan pakan alternatif, karena tepung singkong memiliki protein, lemak, serat kasar, karbohidrat dan abu yang cukup bagi ikan Patin.
  • Ampas tahu dipilih sebagai pakan alternatif bagi ikan Patin, karena ampas tahu juga memiliki kandungan nutrisi yang lengkap bagi ikan Patin.

Author: admin